Madeline Miller
2019-04-22
Di istana Helios, dewa matahari, lahir seorang anak perempuan. Tetapi Circe anak yang aneh––tidak berkuasa seperti ayahnya, juga tidak memikat seperti ibunya. Karena tak punya teman, Circe mencarinya di dunia manusia, dan mengembangkan kemampuannya sebagai penyihir. Zeus, yang merasa terancam, mengasingkannya ke pulau terpencil. Circe mengasah bakatnya dan bertemu banyak tokoh paling termasyhur dalam mitologi, di antaranya Minotaur, Daedalus dan Icarus, Medea, dan Odysseus yang lihai. Tetapi wanita yang hanya sendirian menghadapi banyak bahaya, dan Circe tanpa sengaja membangkitkan murka manusia dan dewa-dewa, sehingga mesti berhadapan dengan dewa Olympus yang paling menakutkan dan pendendam. Untuk melindungi apa yang paling dicintainya, Circe harus mengerahkan seluruh kekuatannya dan memilih dengan tegas, apakah hendak berpihak kepada dewa-dewa yang telah melahirkannya, atau manusia yang telanjur disayanginya.
This reimagining of a Greek myth is just the right blend of fantasy and feminism, draped in rich, sensual prose. Madeline Miller's narrative prowess captivates, weaving Circe's story with a blend of magic, trauma, and empowerment. It's the kind of read that makes you want to highlight every other sentence and then immediately share it on your Instagram story. It's a stellar addition to the mythic cannon and gives a fresh, feminist twist to an oft-told tale.
Madeline Miller's 'Circe' is a captivating retelling of the myth of Circe, the enchantress of Aeaea. The narrative is rich with historical detail and emotional depth, drawing readers into a world where the boundaries between myth and reality blur. The protagonist's journey is both powerful and introspective, offering a fresh perspective on a well-known tale. It's a book that resonates on multiple levels, blending mythology with contemporary storytelling.